Jumat, 20 Mei 2011

Sejarah Debat Kusir

Cerita Pertama

Suatu ketika di sebuah jalanan tepi kota, kereta kuda masih menjadi sarana transportasi umum. Banyak para kusir yang memarkirkan kereta kudanya berbaris di tepian jalan tersebut. Pada saat sedang menunggu calon penumpang para kusir biasa menghabiskan waktu dengan bercengkrama serta berbincang-bincang dengan sesama mereka. Ketika sedang asik-asiknya ngobrol, ada seekor kuda yang terdengar sedang buang gas (kentut).

Kusir yang memiliki kuda tersebut berujar "waduh, tampaknya kuda saya masuk angin"

Kusir disebelahnya mendengar gumaman dari teman satu profesinya tersebut dan menimpali dengan kalimat "kudamu bukan masuk angin, tapi keluar angin"

Kusir yang pertama tidak terima argumennya disanggah oleh temannya dan diapun ngotot mempertahankan opininya. dari situ terjadilah perdebatan antara kedua rekan sejawat itu dalam mempertahankan argumennya masing-masing dan tentunya keduanya merasa memiliki pendapat yang paling benar. 

Cerita Kedua

ketika Birokrat ulung Indonesia pada jaman orde baru Harmoko iseng naik delman (dokar) dari rumah menuju tempat kerjanya. Baru beberapa meter delman melaju, tercium bau menyengat yang tidak enak. Kemudian:

Pak Harmoko : “Bang, delmannya kok bau yach ?”.

Kusir yang juga merasakan adanya bau itu langsung menjawab : “iya maaf pak, kudanya kentut !” 

Pak Harmoko menimpali : “ Kudanya masuk angin tuch, makanya kalau malam masukkan ke kandang”

Merasa disalahkan Kusir lantas membantah : “Bukan masuk angin pak, tapi keluar angin”

Sebagai seorang birokrat ulung tentu menjawab lagi sambil berusaha meyakinkan si kusir : “Masuk Angin ah!”

Kusir yang merasa berpengalaman merawat kuda lantas menjawab lagi : “paaaaak, yang namanya kentut itu bukan memasukkan angin tapi mengeluarkan angin , jadi keluar angin ! bapak ini gimana sich ?

Pak Harmoko masih tetap berusaha meyakinkan dengan menambah referensi “menurut petunjuk bapak presiden, “… kuda itu masuk angin ! 

Pak Harmoko dan Kusir tetap pada pendiriannya tentang kentut (kuda) sampai akhirnya Pak Harmoko turun dari dokar untuk menuju kantor dan kusir kembali ke jalan untuk mencari penumpang lainnya.

Cerita Ketiga

Pada suatu hari KH. Agus Salim sedang naik delman yang dikendalikan kusir, tiba-tiba kudanya kentut... Maka KH Agus Salim berkomentar, "kasihan ya, kudanya masuk angin..."

Lalu kusirnya menjawab, "tidak, kuda saya keluar angin."

KH. Agus Salim berkata lagi "iya itu artinya masuk angin", lagi-lagi kusirnya menjawab, "tidak, itu artinya keluar angin."

Demikianlah sampai ke tempat tujuan, perdebatan apakah kuda tsb masuk angin atau keluar angin tidak berakhir, sehingga KH. Agus Salim terus mengingat debatnya bersama kusir tersebut.

Disuatu rapat penting yang menentukan nasib Republik Indonesia, saat memasuki  fase tanpa titik temu dalam sidang tersebut, KH. Agus Salim mengingatkan semua peserta agar menghindari debat kusir. Kontan, bertanya-tanyalah semua anggota pertemuan tersebut, apa itu debat kusir? Maka diceritakanlah kisah KH. Agus Salim berdebat dengan kusir di atas. Sejak saat itu debat kusir menjadi istilah yang lazim digunakan rakyat Indonesia sampai sekarang.

Dari ketiga cerita di atas, manakah yang benar-benar merupakan sejarah dari awal mula istilah debat kusir? Silahkan diperdebatkan.


2 komentar:

  1. KISAH SUKSES
    Assalamu alaikum wr wb,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang Pengusaha Butik yg Sukses, kini saya gulung tikar akibat di tipu teman sendiri, ditengah tagihan utang yg menumpuk, Suami pun meninggalkan saya, dan ditengah himpitan ekonomi seperti ini, saya coba buka internet untuk cari lowongan kerja dan secara tdk sengaja sy liat situs pesugihan AKI SYEH MAULANA Di Website/situnya Saya pun langsug hubungi beliau dan Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari, Alhamdulilah benar benar terbukti dan, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kata kata beliau yang selalu sy ingat setiap manusia bisa menjadi kaya, hanya saja terkadang mereka tidak tahu atau salah jalan. Banyak orang menganggap bahwa miskin dan kaya merupakan bagian dari takdir Tuhan. Takdir macam apa? Tuhan tidak akan memberikan takdir yang buruk terhadap kita, semua cobaan yang Tuhan berikan merupakan pembuktian seberapa kuat Anda bertahan di dalamnya. Tuhan tidak akan merubah nasib Anda jika Anda tidak berusaha untuk merubahnya. Dan satu hal yang perlu Anda ingat, “Jika Anda terlahir miskin itu bukan salah siapapun, namun jika Anda mati miskin itu merupakan salah Anda, saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui Ritual Penarikan Dana Hibah AKI ZYEH MAULANA saya Bisa sukses. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, AKI ZYEH MAULANA Banyak Dikenal Oleh Kalangan Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia, jika anda ingin seperti saya silahkan Lihat No Tlp Aki Di website/internet ~>KLIK DISINI<~ Wassalam

    BalasHapus