Selasa, 23 Agustus 2011

Dua kebiasan buruk yang diajarkan orang tua kepada anaknya, tanpa mereka sadari.

Otak bayi, terutama yang berusia dibawah enam bulan, memiliki kemampuan super dalam menyerap semua pelajaran dari yang mereka lihat, dengar, serta rasakan di lingkungan sekitar mereka. Karena itulah, orang tua harus sangat berhati-hati dalam berprilaku di sekitar buah hati mereka, karena hal tersebut akan sangat berpotensi untuk ditiru sang anak nantinya ketika mereka dewasa. 
Perkembangan mental anak juga tergantung dari bagaimana cara orang tuanya mendidik sang buah hati. Terkadang, dikarenakan rasa sayang yang terlampau besar, menjadikan para orang tua melakukan kesalahan dalam mendidik tanpa mereka sadari. Terdapat beberapa Kebiasaan buruk yang sangat umum terjadi dan kita saksikan selama ini diajarkan orang tua kepada buah hati mereka, mungkin karena mereka sendiri (orang tua) tidak menyadari bahwa hal tersebut buruk. Agar kebiasaan buruk tersebut tidak ditularkan oleh orang tuanya, terlebih dahulu orang tua harus sadar jika hal tersebut buruk. 


Berikut dua kebiasaan buruk yang umum di ajarkan oleh orang tua kepada anaknya:

1. Mengajari berbohong
Pernahkan suatu saat anak anda susah sekali untuk di suruh makan, padahal anda sudah membuatkan makanan kesuakaannya, tetapi karena asiknya bermain, anak anda enggan untuk anda suapi, akhirnya anda berkata, "nanti kalo tidak mau makan, nasinya nangis lho". Atau kebohongan kecil lainnya yang sering anda lakukan agar si anak mau menuruti kemauan anda. Meskipun tujuannya demi kebaikan mereka, tanpa anda sadari sebenarnya otak anak anda sedang merekam berbagai cara atau teknik berbohong yang sering anda peraktekkan. Jika hal ini anda lakukan, sungguh lucu jika anda berharap anak anda dapat menjadi orang yang jujur. karena anda sendiri telah memberikan contoh ketidak jujuran.

2. Mengajari untuk menjadi orang yang tidak bertanggung jawab
Pernahkah ketika anak anda sedang asik asiknya bermain atau sedang belajar berjalan, dia terjatuh atau tersandung benda seperti meja atau apapun yang menghalangi langkah mereka. Untuk menghindari sang anak menangis, biasanya orang tua akan memukul benda yang membuat anak tersebut tersandung, "nih mejanya nakal, sudah papa/mama pukul, diam ya!" padahal meja merupakan benda mati yang tidak punya salah apa-apa. Hal ini sama dengan mengajari mereka untuk mencari kambing hitam atas perbuatan yang mereka lakukan. naif sekali jika orangtuanya berharap si anak dapat menjadi orang yang bertanggung jawab di kemudian hari, karena orang tuanya sendiri sudah mengajarkan cara untuk menyalahkan orang atau benda lain atas masalah yang mereka perbuat.

Sousi: Daripada anda harus membohongi dan menyalahkan benda lain, lebih baik anda menerangkan secara terbuka kepada mereka mengapa hal tersebut boleh dan tidak boleh mereka lakukan. Cara ini juga akan mampu mengasah logika cara berfikir si anak dan menjadikan mereka manusia yang lebih bijak di kemudian harinya. (MS)

2 komentar:

  1. pantesan orang-orang kita pada kacau ya?

    BalasHapus
  2. ah, kata siapa?

    BalasHapus