Kamis, 20 Januari 2011

Membaca Karakter Melalui Tulisan Tangan ( Grafologi )

Grafologi
Analisis tulisan tangan disebut sebagai Grafologi. Tulisan tangan juga bisa dianggap sebagai “tulisan otak”. Ia merupakan suatu ekspresi dari keseluruhan kepribadian. Menulis adalah gerakan yang ekspresif dan gerakan ini mempunyai arti dan interprestasi di sana. Grafologi adalah studi tentang tulisan tangan dan hubungan yang ia miliki dengan perilaku seseorang.
Ada tiga sistem utama dari grafologi. Di dalam Grafologi Holistik profil seseorang dibentuk atas dasar Bentuk, Gerakan dan Ruang. Grafologi Integratif dibangun atas dasar bahwa bentuk coretan yang spesifik berhubungan dengan ciri-ciri kepribadian. Analisis Simbolik didasarkana atas analisis simbol-simbol yang terlihat di dalam tulisan tangan. Setiap sistem dari grafologi mempunyai kosa katanya sendiri yang membuat arti dari kata-kata tersebut berbeda.
Grafologi secara aktif telah digunakan di dalam menyusun profil untuk Ketenaga Kerjaan, Kemitraan Bisnis dan Kecocokan Pernikahan. Di Swiss, kurang lebih 80 persen dari perusahaan-perusahaan besar menggunakan Grafologi di dalam prosedur perekrutan mereka. Penyelidikian dokumen forensik bukanlah Grafologi karena ia hanya digunakan untuk menentukan apakah sebuah dokumen benar atau tidak ditulis oleh orang yang dimaksud.

Sejarah Grafologi
Sebagian besar yang kita ketahui tentang Grafologi berasal dari beberapa ratus tahun terakhir. Buku pertama yang diketahui tentang Grafologi dipublikasikan di tahun 1622 oleh Camillo Baldi, seorang doktor pengobatan dan filosofi Italia. Di tahun 1872, Jean Michon mempublikasikan bukunya tentang Grafologi yang menjadi acuan tentang subyek tersebut di masa itu. Dengan segera, universita-universitas Eropa mulai menawarkan gelar Ph.D atau Master di bidang Grafologi. Dengan perkembangan psikologi sebagai sebuah profesi begitu juga studi Grafologi berkembang.

Melakukan suatu Analisis Grafologi
Anda akan memerlukan sebuah sampel tulisan tangan spontan yang ditulis di atas kertas biasa yang menggunakan sebuah bolpoin atau pena dengan tidak kurang dari 12 baris panjanganya dengan sebuah tanda tangan. Umur dan jenis kelamin dari si penulis. Instrumen-instrumen Grafologi yang diperlukan adalah sebuah kaca pembesar, mistar plastik yang menunjukkan ukuran milimeter dan sebuah busur derajat untuk menilai kemiringan dari tulisan tersebut.
Seberapa akurat Grafologi? Banyak bergantung pada kemampuan orang yang melakukan analisis Grafologi. Sebagai sebuah indikator kepribadian dan perilaku, Grafologi sekitar 80-90% akurat.

Arah Baris
Instruksi pada saat menulis biasanya menuntut penulis untuk menulis dalam baris yang lurus. Ketika kita membeli kertas untuk menulis ia digaris dengan sebuah garis yang lurus. Tetapi bahkan setelah bertahun-tahun praktek, realitasnya adalah bahwa sedikit orang yang menulis dalam garis yang lurus.
Penyimpangan dari menulis di dalam sebuah garis yang lurus bukanlah perkecualian tetapi lebih merupakan norma. Di dalam beberapa kasus kelelahan dapat dianggap sebagai alasan untuk baris yang menurun.
Berbicara secara umum, baris yang menurun dapat disebabkan oleh depresi atau pesimisme. Pengalaman menunjukkan bahwa orang-orang yang berada di dalam mood yang tidak stabil bisa secara sementara menulis di dalam baris yang menurun.
Di sisi lain baris yang menaik dapat mengindikasikan optimisme. Ketika kita menulis, kita bergerak dari kiri ke kanan, dengan kata lain kita membuat kemajuan.
Aktivitas menulis oleh karenanya bisa diterjemahkan sebagai suatu gerakan ke arah masa depan. Dapat dikatakan ia mewakili harapan-harapan dan impian-impian kita.
Seseorang yang menulis dalam sebuah garis yang lurus mungkin juga lurus ke arah sasarannya sehari-hari. Jika seseorang menulis di dalam garis yang tepat lurus kita dapat mengatakan bahwa orang itu tidak mau mundur.
Orang-orang yang menulis dalam garis yang cembung (sebuah baris yang menaik kemudian menurun) memulai proyek mereka dengan ambisi dan antusiasme hanya untuk kehilangan minat dan menyerah sebelum tugas tersebut diselesaikan.
Orang-orang yang menulis dengan garis yang cekung (sebuah baris yang menurun kemudian menaik) mendekati tugas mereka dengan sedikit optimisme tetapi mendapatkan kepercayaan diri saat tugas tersebut mendekati selesai. Dari sampel sebanyak 1000 orang hanya 3 orang yang ditemukan menulis baris yang cekung.
Baris-baris yang merupakan anak tangga yang menaik sering ditemukan pada orang-orang yang mempunyai sedikit stamina. Anak tangga menurun sering ditemukan di para penulis yang dengan berani memerangi mood yang depresif. Baris yang bergelombang dan berliku-liku dapat menjadi indikatif dari kemurungan.

Ruang di antara Kata-Kata
Ruang di antara kata-kata bukanlah tidak sengaja. Ketika kita menulis kata-kata mengikuti satu sama lain seperti halnya di dalam berbicara.
Ketika seseorang berbicara dengan jeda-jeda hal itu bisa disebabkan mereka dibiasakan untuk mempertimbangkan dan merenungkan sebelum mereka bertindak. Ia juga bisa disebabkan orang terebut ingin membiarkan kata-kata tersebut meresap ke kesadaran para audiens.
Akan tetapi, di sisi lain jika jeda-jeda lebih berat dari pentingnya pembicaraan tersebut, maka kita dapat menyimpulkan si pembicara adalah sombong. Jika tidak ada jeda di antara kata-kata si penulis maka kita dapat mengatakan bahwa ini adalah orang yang senang bertindak. Orang ini juga bisa adalah impulsif.
Kadang-kadang kata-kata para penulis diberi jarak secara luas dan di saat lain diberi jarak dengan sempit. Kita dapat mengatakan penulis ini tidak stabil baik dalam pemikiran maupun emosi.

Ruang di antara Baris
Ruang di antara baris adalah yang paling mungkin direncanakan dengan sengaja. Ruang di antara baris-baris dapat digambarkan sebagai gambaran dari benak si penulis.
Seseorang yang menulis dengan ruang baris yang lebar mungkin menjalani kehidupan yang teratur dan sistemik. Orang-orang ini mempunyai kemampuan pelaksana dan kebijaksanaan. Tetapi jika ruang di antara baris menjadi terlalu lebar ia bisa mengindikasikan seseorang yang ingin menjaga jarak.
Ruang yang kecil di antara baris dapat mengindikasikan seseorang yang ingin berada di sekitar orang lain. Baris yang tumpang tindih bisa mengindikasikan seseorang yang menderita dari suatu penyakit emosional atau mental. Jika bagian bawah menurun ke dalam bagian atas baris berikutnya ia dapat mengindikasikan seseorang yang mempunyai impuls seksual yang kuat.

Margin
Margin kiri dipilih dengan sengaja. Mayoritas penulis akan mengakui beberapa kesengajaan di dalam pilihan yang terkait dengan lebar dari margin kiri. Hanya dalam beberapa kasus margin kiri dipilih dengan sengaja dengan tujuan semacam itu.
Lebar dari margin kiri dapat menjadi indikatif dari jarak yang ingin kita pertahankan ke orang-orang lain. Akan tetapi ini hanya memperlihatkan apa yang kita inginkan, karena adalah margin kanan yang tidak sengaja saja yang menunjukkan jarak yang sebenarnya kita terima.
Margin kiri yang lebar seringkali ada di dalam tulisan tangan orang-orang yang angkuh atau pemalu. Kesadaran diri orang-orang secara pathologis akan mengawasi dan mengendalikan baik margin kiri maupun margin kanan.
Banyak ahli Grafologi mengambil asumsi bahwa margin bagian atas ditentukan oleh pengaruh-pengaruh dari luar seperti kepala surat. Dapat dikatakan bahwa margin atas yang sempit memperlihatkan ketidak formalan dan margin yang lebar menunjukkan penarikan diri.
Tidak ada margin merupakan indikatif dari seseorang yang menginginkan tidak ada jarak di antara orang-orang lain. Mereka ingin menjadi satu dengan dunia.
Margin yang lebar adalah indikatif dari seseorang yang suka menarik diri.

Pena di dalam Menulis
Penampilan dari sebuah tulisan tangan dalam beberapa tingkat relevan dengan pena yang anda gunakan. Orang-orang sadar dengan fakta ini. Oleh karenanya orang-orang memberikan banyak pertimbangan terhadap pemilihan sebuah pena yang terasa natural bagi mereka.
Tetapi orang yang sama dengan pena yang sama menulis huruf atau kata dua kali dengan cara yang tepat sama.

Kemiringan
Dapat dikatakan oleh beberapa orang bahwa kemiringan ke kanan adalah kemiringan yang normal. Juga dapat dipersepsikan bahwa siapapun yang menulis dari kiri ke kanan secara alami menggunakan kemiringan ke kanan.
Tetapi kami mengetahui beberapa penulis yang tidak melakukannya.
Dalam interprestasi umum dari tulisan dapat dikatakan bahwa arah ke kiri diterjemahkan sebagai mengarah kepada ibu sebagaimana juga ke masa lalu. Tulisan yang miring ke kiri lebih sering terlihat pada wanita daripada pada pria. Kami sering melihat kemiringan ke kiri pada orang-orang yang memiliki gangguang keseimbangan di dalam kesetimbangan parentel.
Para penulis dengan kemiringan ke kiri secara umum jauh lebih dekat dengan para ibu mereka.
Kemiringan ke kanan atas ditemukan pada orang-orang yang sangat independen di dalam hidup. Mereka cenderung untuk tidak mempunyai kecondongan terhadap ayah maupun terhadap ibu.
Tulisan tangan yang sepenuhnya ke arah kanan atas adalah sangat jarang. Sesungguhnya ia hanya dapat dicapai dengan suatu penunjukkan kedisiplinan.
Kemiringan ke kanan adalah kemiringan yang paling lazim dan yang paling alami. Kemiringan ke kanan ditemukan di orang-orang yang tergesa-gesar, orang-orang yang tidak sabaran dan penulis yang aktif.

Tekanan dalam Menulis
Tekanan terhadap kertas disebut tekanan primer. Tekanan terhadap pegangan pena disebut tekanan sekunder.
Tekanan primer menunjukkan kekuatan dan vitalitas kita. Tekanan sekunder mengndikasikan sasaran dan pendirian di dalam diri kita.
Tekanan primer dapat dianalisa melalui kontras di antara coretan bagian tas yang lebih tipis dan coretan ke arah bawah yang lebih tebal. Tugasnya adalah mendefinisikan antara tekanan yang dihasilkan oleh keinginan dengan tekanan yang dihasilkan oleh rintangan. Tekanan yang asli akan terlihat secara alami. Tekanan yang dipaksakan terlihat dipaksakan dan bahkan menjerit.
Tekanan tambahan yang ekstrim sering terlihat di tangan para kriminal. Penulisan yang kurang tekanan sering telihat di tangan para penulis yang feminin.

Image Tubuh
Tubuh seseorang diproyeksikan di dalam tulisannya.
Sisi kirinya adalah ke kanan, dan sisi kanannya adalah ke bagian kirinya.
Dapat diungkapkan bahwa persilangan jalur neurologis yang biasa di dalam korelasi pusat otak-otot adalah relevan di sini.

Zona-Zona
Zona bagian atas menunjukkan bahwa apa yang seorang penulis fikirkan, bagaimana mereka berfikir, apa yang perjuangkan, imajinasi, kebanggan dan ide-ide etisnya.
Zona bagian bawah mengandung manifestasi dari hal-hal yang belum diketahui oleh si penulis.
Di sana kita melihat apa yang mengisi alam bawah sadar.
Di zona tengah rutinitas sehari-hari si penulis ditunjukkan.
Perilaku sosial, relasi, preferensi dan penolakan.

Simetri
Simetri adalah sebuah alat pengukur dari keseimbangan dan perkembangan di dalam diri si penulis.
Simetri digunakan untuk membentuk nilai gaya.
Ketika bagian atas dengan kita dikembangkan kita berurusan dengan orang dengan intelgensi dan ambisi.
Akan tetapi perkembangan emosional mereka masih bersifat kekanak-kanakan.
Jika bagian tengah dikembangkan dengan kuat ini adalah seseorang yang memiliki sentimental dan sensitifitas dan keprihatinan tentang diri mereka sendiri cenderung mengakibatkan rasa sakit emosional.
Jika zona bagian bawah dikembangkan secara berlebihan kita sedang berurusan dengan seorang penulis yang telalu perhatian terhadap uang.

Kemudahan untuk Dibaca
Kemudahan untuk dibaca adalah suatu ukuran dari rasa penuh arti dari si penulis.
Para penulis dengan tulisan yang mudah dibaca menjadi guru dan pembicara yang baik. Mereka tulus hati dan koperatif.
Tetapi hati-hati dengan orang yang memiliki tulisan yang sangat mudah dibaca yang sangat mengesankan. Orang-orang ini adalah serigala berbulu domba.

Ukuran Huruf
Ukuran sebuah huruf adalah indikatif dari kepercayaan diri si penulis.
Suatu huruf dapat berkembang ke empat arah, atas, bawah, kanan atau kiri.
Sebuah huruf juga bisa menjadi tinggi atau lebar.
Huruf-huruf besar yang tinggi adalah orang-orang yang menjadi menara di antara orang-orang lainnya.
Huruf awal yang tinggi datang dari orang-orang yang impresif.
Huruf besar yang kecil-kecil adalah orang-orang yang rendah hati secara alami.
Mereka berkonsentrasi pada fakta, bukan ide-ide.
Huruf yang lebar adalah orang yang ekstrovert.
Huruf-huruf yang sempit datang dari para penyendiri.
 
Hubungan antara Huruf-Huruf
Hubungan antara  huruf-huruf menunjukkan sikap si penulis terhadap orang lain.
Di dalam menulis ada tiga hubungan yang terutama digunakan, karangan bunga, gang beratap dan sudut.
Karangan bunga yang mendalam mengindikasi orang-orang yang menganggap hal-hal sebagai terlalu tragis.
Karangan bunga yang tertutup adalah orang-orang yang cenderung perhitungan. 
Karangan bunga yang datar cenderung datang dari orang-orang bisnis yang praktis.
Karangan bunga yang persegi cendrung datang dari orang-orang berfikiran sempit.
Karangan bunga berpenyangga datang dari orang yang memerlukan dukungan emosional di dalam kehidupan mereka.
Gang beratap yang umum menunjukkan orang-orang yang mengandalkan insting.
Gang beratap yang tinggi menunjukkan bakat artistik. Gang beratap yang rendah menunjukkan hipokrasi.
Sudut yang umum menunjukkan orang-orang yang memiliki kontradiksi di dalam perasaan.

Ruang di antara Huruf-Huruf 
Ruang di antara huruf menunjukkan tingkatan penulis tersebut mengandalkan intuisi mereka sendiri.
Ketika semua huruf dihubungkan ia mengindikasikan seseorang dengan pemikiran yang logis dan simetris.
Ketika hanya beberapa huruf yang tidak dihubungkan ia menunjukkan seorang pemikir yang artistik dan intuitif.
Ketika sebagian besar huruf tidak dihubungkan ia menunjukkan seseorang yang egosentris.
Kurangnya coretan akhir mengindikasikan seseorang yang pemalu.
Ketika huruf pertama berdiri terpisah ia menunjukkan orang yang berhati-hati. 

Kecepatan Menulis
Kecepatan tertentu melengkapi kita dengan suatu variasi dari karakteristik manusia.
Penulisan spontan: ambisi, aktivitas, insability, tidak mau diam, tidak sabaran, berfikir cepat.
Penulisan yang tidak spontan: tidak fleksibel, berhati-hati, melempem, perencana, pembuat skema.

Coretan yang Menutupi
Ada dua interprestasi dari coretan yang menutupi.
Halangan dan ketidak tulusan adalah arti dasar dari coretan yang disembunyikan.
Dalam huruf pertama: ambisi yang frustasi
Di zona bagian atas: suka berahasia
Di zona bagian tengah: delusi emosional
Di karangan bunga: malu-malu
Di gang beratap: licik
Di dalam sudut: penipu.

[Dari berbagai sumber]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar