Sabtu, 14 Mei 2011

Perang


"Ada dua serigala yang bertarung dalam tiap diri manusia, satu bernama benci, satu lagi bernama cinta. Pemenangnya adalah serigala yang paling banyak diberi makan."

Pathfinder

Hampir setiap saat orang-orang berteriak menyerukan perdamaian, pada saat yang bersamaan pula peperangan sedang berlangsung. Secara harfiah perang diartikan sebagai aksi dari bentuk konflik yang dilakukan secara fisik maupun non fisik.

Perang saudara, perang suku, perang dingin, perang urat saraf, perang diskon, bahkan meski terbukti menghilangkan banyak nyawa dan menyebabkan kerusakan ada juga yang menamainya perang suci.  

Berbagai alasan melatarbelakangi terjadinya suatu peperangan, dari alasan ekonomi, ideologi, perluasan wilayah, mempertahankan diri, bahkan karena wanita, seperti yang terjadi pada kisah perang Trojan dan Ramayana.

Seperti hal-hal lainnya, perang juga memiliki dua sisi, baik dan buruk. Sisi baik dari peperangan adalah lahirnya ilmu-ilmu baru dan terjadinya percepatan kemajuan teknologi, meskipun akhirnya teknologi tersebut digunakan untuk berperang. Lalu sisi buruknya adalah terjadinya kerusakan, kematian, kesedihan, kebencian, musnahnya suatu peradaban. Hanya pihak pemenang yang akhirnya benar-benar menikmati hasil dari perang, seperti bertambahnya wilayak yang dikuasai, semakin banyaknya sumber daya yang dapat di manfaatkan. Sungguh tidak sebanding antara sisi baik dan sisi buruk akibat perang, lebih baik tidak mendapatkan semua keuntungan tersebut daripada harus merasakan efek dari peperangan. Tetapi dengan alasan memperjuangkan kemerdekaan terkadang perang memang harus dilakukan, karena merasakan dijajah tidak lebih baik dibanding perang itu sendiri.   

Laki-laki adalah maniak yang paling hobi berperang

Meskipun terdapat beberapa peperangan yang dipimpin oleh wanita, seperti Joan of Arc dan Cut Nyak Dien, tetapi sebagian besar peperangan, pastilah melibatkan dan dipimpin oleh laki-laki.

Bayangkan, jika ada 100 orang laki-laki dengan hanya 1 orang wanita, hidup dalam satu pulau, maka akan terjadi konflik, intrik, pertumpahan darah untuk memperebutkan dan menguasai perempuan tersebut. Ego lelaki akan sangat susah dalam berbagi, terutama untuk urusan wanita, belum lagi ditambah insting untuk meneruskan keturunan.

Bandingkan jika kasusnya terbalik, 100 orang wanita dengan 1 orang pria. Mungkin yang terjadi malah akan ada 100 wanita hamil dalam pulau tersebut.

Bukan Pesimis, tapi Realistis

Ketika berbagai trend serta budaya patah tumbuh, hilang berganti. Perang tetap saja terus ada, seolah-olah manusia tidak pernah bosan untuk berkonflik. Padahal hidup damai sangatlah nikmat dan indah.

Selama manusia ada, impian untuk menghilangkan perang dari atas muka bumi sama mustahilnya dengan menelan kepala sendiri.

Peperangan akan berakhir jika sudah ada pihak yang kalah. Masalahnya, siapa yang mau mengalah? Itulah yang menyebabkan peperangan di dunia ini terus berlanjut dari masa ke masa dan dari satu tempat ke tempat lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar